Amanatnews, Agam – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Agam untuk meninjau langsung kondisi sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan tanah longsor. Dalam agenda tersebut, Menteri turut didampingi oleh Ketua Fraksi PAN DPRD Sumatera Barat, Muhayatul Chaniago, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PAN Sumbar.
Kunjungan ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah pusat dalam memastikan bahwa pelayanan pendidikan tetap berjalan meskipun daerah setempat baru saja mengalami bencana alam. Banjir dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Agam telah menyebabkan sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, sehingga menghambat proses belajar dan mengajar.
Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memulihkan kembali layanan pendidikan sesegera mungkin. Ia menyebutkan bahwa roda pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena infrastruktur mengalami kerusakan. Menurutnya, berbagai upaya percepatan sedang disiapkan, termasuk pendataan kebutuhan darurat, perbaikan ruang kelas, hingga penyediaan sarana pembelajaran sementara.
“Pendidikan harus terus berjalan. Pemerintah hadir memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak belajar mereka, meskipun dalam kondisi darurat,” ujarnya dalam dialog bersama tenaga pendidik dan masyarakat setempat.
Sementara itu, Muhayatul Chaniago menyampaikan bahwa sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Sumbar, ia merasa berkewajiban untuk ikut memastikan kebutuhan masyarakat dan sekolah yang terdampak segera mendapatkan perhatian. Kehadirannya mendampingi Menteri juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan penanganan pascabencana.
Muhayatul menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong optimalisasi bantuan, mulai dari pembenahan gedung sekolah, pengadaan perlengkapan belajar, hingga psikososial untuk siswa yang turut merasakan dampak trauma akibat bencana. Ia berharap pemulihan dapat berlangsung cepat agar proses pendidikan kembali normal.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan kementerian harus terus diperkuat. Ini demi memastikan layanan pendidikan di Sumatera Barat tetap berjalan tanpa hambatan, bahkan dalam situasi sulit sekalipun,” ungkapnya.
Kunjungan ini disambut positif oleh masyarakat Kabupaten Agam. Para guru dan orang tua mengaku merasa terbantu dan lebih optimis setelah adanya perhatian langsung dari pemerintah pusat maupun daerah. Mereka berharap percepatan pemulihan fasilitas pendidikan bisa segera terealisasi agar anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.

