Amanatnews – Bukittinggi, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muzli M. Nur, menghadiri serta membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Peran Keluarga untuk Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang diselenggarakan di Monopoli Hotel, Bukittinggi. Kegiatan berlangsung dalam dua tahap, yakni Angkatan I pada 17–19 November 2025 dan Angkatan II pada 22–24 November 2025.
Bimtek ini menghadirkan peserta dari berbagai unsur, mulai dari kader pemberdayaan perempuan, tokoh masyarakat, pendidik, hingga perwakilan generasi muda. Mereka mendapatkan materi tentang pentingnya peran keluarga dalam mencegah kekerasan serta membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Dalam sambutannya, Muzli M. Nur menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, keluarga harus menjadi benteng utama dalam mencegah kekerasan dengan memperkuat komunikasi, pengawasan, dan pemahaman terhadap hak-hak anak dan perempuan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau lembaga tertentu saja. Fondasi perlindungan harus dimulai dari keluarga. Melalui Bimtek ini, kita ingin menghadirkan keluarga yang lebih tangguh, peduli, dan responsif terhadap segala potensi kekerasan,” ujar Muzli M. Nur.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi kelompok, studi kasus, serta penyusunan rencana aksi yang dapat diterapkan langsung oleh peserta di lingkungan masing-masing. Kehadiran generasi muda dalam kegiatan ini menjadi penegasan bahwa isu perlindungan anak dan perempuan bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, tetapi seluruh lapisan masyarakat.
Para peserta menyampaikan apresiasi kepada Muzli M. Nur dan penyelenggara kegiatan karena materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, sekaligus menambah keterampilan dalam upaya pencegahan kekerasan di tingkat keluarga.
Acara ditutup dengan foto bersama Muzli M. Nur, narasumber, dan para peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan keluarga serta menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Sumatera Barat.

