PARIAMAN, AmanatNews.com — Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PAN, H. Arisal Aziz, bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Tahun 2026 di Kota Pariaman, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat, unsur Forkopimda, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat sebagai upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengendalian BPIP Sadono Sriharjo, S.T., M.M., Wali Kota Pariaman Yota Balad, Wakil Wali Kota Mulyadi, Ketua STIT Syekh Burhanuddin Pariaman Dr. Neni Triana, Tenaga Ahli DPR RI Drs. H. Mulawarman, M.M., Kapolres Pariaman AKBP Agus Prayitno, Dandim 0308/Padang Pariaman Letkol Inf. M. Nurman Setiaji, Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman Anggia Yusran, Ketua Pengadilan Negeri Pariaman Yulanto Prafito Utomo, Kepala Lapas Kelas IIB Pariaman Boy Irfan Arslan, serta Kepala Dinas Pendidikan setempat.
Dalam sambutannya, Arisal Aziz menegaskan bahwa sejak dilantik sebagai Anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024, Komisi XIII yang menjadi mitra kerja BPIP terus mendorong penguatan ideologi Pancasila melalui berbagai forum resmi di parlemen. Ia menyampaikan telah mengikuti sedikitnya enam Rapat Dengar Pendapat bersama BPIP sebagai bentuk komitmen memperkuat pembinaan ideologi bangsa.
Salah satu aspirasi yang terus diperjuangkannya adalah mengembalikan Mata Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) agar kembali diajarkan di tingkat SD, SMP, dan SMA.
“Pancasila harus dipahami sejak dini. Pendidikan Moral Pancasila perlu kembali menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda agar memiliki integritas, nasionalisme, dan kepedulian terhadap bangsa,” tegas Arisal Aziz.
Menurutnya, tantangan bangsa di era digital, mulai dari penyebaran paham radikal, penyalahgunaan narkoba, hingga lunturnya nilai-nilai kebangsaan, membutuhkan penguatan karakter melalui pendidikan yang berlandaskan Pancasila.
Arisal juga menjelaskan bahwa pada masa Orde Baru dikenal Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) yang bertujuan membangun pemahaman ideologi bangsa. Namun, ia menegaskan bahwa penguatan nilai Pancasila pada masa kini harus dilakukan dengan pendekatan edukatif, dialogis, serta sesuai perkembangan demokrasi dan kebutuhan generasi muda.
Sementara itu, pihak BPIP menegaskan pentingnya membangun relawan kebajikan Pancasila sebagai agen perubahan yang mampu menanamkan nilai gotong royong, persatuan, toleransi, dan cinta tanah air di tengah masyarakat. Program Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila merupakan bagian dari upaya memperkokoh ideologi bangsa melalui kolaborasi dengan DPR RI dan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi dialog, pemaparan materi kebangsaan, serta komitmen bersama untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam dunia pendidikan, pemerintahan, dan kehidupan bermasyarakat.
**(Redaksi AmanatNews.com)**

