Zulhas Pastikan Kebijakan Pertanian Menyentuh Kebutuhan Petani

Amanatnews, PURWOREJO — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap kebijakan pertanian benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian sangat ditentukan oleh dua faktor utama, yakni ketersediaan irigasi yang baik dan akses pupuk yang mudah serta terjangkau.

Zulhas menyampaikan bahwa air merupakan urat nadi pertanian. Irigasi yang terjaga dan mengalir dengan baik akan meningkatkan produktivitas lahan, menekan risiko gagal panen, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Karena itu, pemerintah terus mempercepat penguatan dan rehabilitasi jaringan irigasi di berbagai daerah, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025.Salah satu fokus penguatan irigasi dilakukan pada Bendung Irigasi Siwatu di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Bendung ini memiliki peran strategis dalam mengairi lahan pertanian masyarakat sekitar.

Dengan rehabilitasi yang dilakukan, diharapkan aliran air dapat lebih stabil dan merata, terutama saat memasuki musim tanam dan musim kemarau.Selain pembangunan infrastruktur, Zulhas menekankan pentingnya mendengar langsung aspirasi petani. Pemerintah mendorong pelaksanaan rembug tani sebagai ruang dialog terbuka antara petani dan pemangku kebijakan.

Kegiatan rembug tani yang digelar di Dusun XI Tunggulrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, menjadi wadah bagi petani untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.Dalam dialog tersebut, petani menyampaikan aspirasi terkait ketersediaan pupuk bersubsidi, benih unggul, hingga distribusi dan penyerapan hasil panen.

Zulhas memastikan bahwa seluruh masukan tersebut menjadi perhatian pemerintah agar kebijakan yang dirumuskan tidak bersifat top-down, melainkan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, pemerintah juga melakukan penyederhanaan regulasi pupuk bersubsidi.

Tidak hanya itu, pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang mulai berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini bertujuan menekan biaya produksi pertanian sehingga beban petani menjadi lebih ringan dan kesejahteraan mereka meningkat.

Zulhas optimistis, dengan sinergi antara penguatan irigasi, dialog aktif melalui rembug tani, serta kebijakan pupuk yang lebih mudah diakses dan terjangkau, target swasembada pangan nasional dapat tercapai. Pemerintah, kata dia, akan terus hadir mendampingi petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *