Di Tengah Hujan Deras, H. Arisal Aziz Tetap Bergerak Bantu Warga di Lubuk Buaya, Dadok Tunggul Hitam, dan Sejumlah Titik Banji​r di Koto Tangah

Amanatnews – Padang, Hujan deras yang mengguyur Kota Padang selama beberapa hari terakhir kembali memicu banjir di berbagai kawasan, khususnya di Kecamatan Koto Tangah. Beberapa titik yang terdampak cukup parah meliputi Lubuk Buaya, Dadok Tunggul Hitam, dan sejumlah wilayah lain yang berada di jalur aliran drainase utama. Ribuan rumah tergenang, akses jalan terputus, dan warga dipaksa bertahan dalam kondisi darurat.

Data awal mencatat lebih dari 700 kepala keluarga (KK) membutuhkan bantuan cepat, sementara total warga yang terdampak mencapai sekitar 5.000 orang. Banyak warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka ketika air datang secara tiba-tiba.

Di tengah cuaca yang masih tidak bersahabat, H. Arisal Aziz turun langsung ke wilayah-wilayah banjir untuk memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat. Meski hujan masih turun dan sebagian wilayah sulit dijangkau, ia bersama relawan bergerak menyusuri titik-titik banjir di Lubuk Buaya, Dadok Tunggul Hitam, hingga Parupuk Tabing. Warga menyambut kehadirannya dengan penuh harap, terutama mereka yang sejak pagi menunggu bantuan kebutuhan pokok.

Bantuan yang dibagikan meliputi paket sembako, makanan siap saji, air mineral, dan perlengkapan dasar lainnya. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu rumah tangga menjadi penerima manfaat terbesar dari distribusi cepat ini.

Relawan menjelaskan bahwa banjir kali ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi, saluran drainase yang meluap, serta kondisi pasang air laut yang menghambat aliran air. Beberapa titik di Koto Tangah mengalami genangan lebih lama dari biasanya, sehingga membutuhkan perhatian dan distribusi bantuan yang lebih intensif.

Meski pendataan masih dilakukan secara bertahap, bantuan tetap disalurkan secara merata ke seluruh titik terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat. Pemerintah kota juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

Di tengah situasi yang belum pulih sepenuhnya, kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam meringankan beban warga terdampak banjir. Warga berharap kondisi segera kembali normal dan aktivitas dapat berjalan seperti sediakala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *