Amanatnews – Padang Pariaman, Program dana masyarakat untuk lingkungan (small grant) Batch 3 kembali memberi harapan baru bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) di Sumatera Barat. Melalui skema pendanaan dari FOLU Net Sink 2030 yang dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), masyarakat di Nagari Sikabu, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman menerima dukungan untuk kegiatan agroforestry berbasis tanaman kopi.Program ini diwujudkan melalui penanaman 5.000 bibit kopi di lahan seluas 2 hektar, dengan total anggaran Rp50 juta.
Kegiatan lapangan dilaksanakan oleh KTH Obes Nagari Sikabu Lubuk Alung, didampingi langsung oleh penyuluh kehutanan dari KPHL Bukit Barisan.Dalam video testimoni yang diunggah akun @kphl_bukitbarisan bersama @dishut.sumbar, perwakilan kelompok tani dan petugas kehutanan menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.Mereka berharap program agroforestry kopi tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjaga kelestarian tegakan hutan. Dengan pola tanam agroforestry, masyarakat dapat mengelola lahan secara produktif tanpa merusak lingkungan.
“Semoga program ini dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya bagi Kelompok Tani Hutan, serta terjaganya tegakan pohon untuk menyelamatkan alam dan mengurangi emisi karbon,” demikian pesan dalam unggahan tersebut.
Selain memberikan manfaat ekonomi jangka panjang, kegiatan penanaman ini juga menjadi bagian dari kontribusi Sumatera Barat dalam pencapaian target nasional pengurangan emisi karbon. Penanaman kopi yang dipadukan dengan pohon hutan dinilai mampu menjaga tutupan lahan dan mendukung fungsi ekologis kawasan.
Dinas Kehutanan Sumatera Barat dan KPHL Bukit Barisan berkomitmen terus memberikan pendampingan kepada kelompok tani agar kegiatan agroforestry berjalan optimal dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam memadukan ekonomi masyarakat dengan konservasi alam.

