Amanatnews.com – Lima Puluh Kota Polemik tanah ulayat di Jorong Landai, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, tanggapan datang dari Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Harau, Firdaus Datuak Bosa Nan Batuah, yang menilai tudingan terhadap Anggota DPR RI Fraksi PAN Dapil Sumbar II, H. Arisal Aziz, sebagai “tukang kipas” merupakan pernyataan yang keliru dan tidak berdasar.
Dalam bincang-bincang bersama wartawan di salah satu warung kopi di Nagari Harau, Minggu malam (2/11/2025), Firdaus menegaskan bahwa Arisal Aziz datang ke 50 Kota bukan untuk memperkeruh suasana, tetapi untuk membantu masyarakat yang sedang memperjuangkan hak atas tanah ulayatnya.
“Tudingan itu jelas tidak ada dasarnya dan sangat keliru menafsirkannya. Beliau datang karena terpanggil sebagai wakil rakyat untuk mencari jalan keluar dan memperjuangkan hak-hak masyarakat yang mungkin merasa dirugikan,” ujar Firdaus yang saat itu didampingi Sekretaris KAN Nagari Harau.
Firdaus menambahkan, kehadiran Arisal Aziz seharusnya diapresiasi karena menunjukkan kepedulian terhadap warga yang menghadapi persoalan hukum. “Semestinya tindakan beliau kita hargai dan sampaikan ucapan terima kasih, bukan malah menuding sebagai tukang kipas,” ucapnya.
Bahkan, Firdaus menyebut Arisal Aziz seperti malaikat tak bersayap yang hadir di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan hukum tanpa pamrih. “Beliau datang membantu dengan tulus, memberikan pendampingan hukum gratis, dan akan mengawal persoalan ini sampai ke tingkat pusat,” tambahnya.
Firdaus juga menyayangkan pernyataan yang disampaikan oleh mantan anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota. Ia menilai, masalah tanah ulayat di Jorong Landai sudah lama berlangsung dan masyarakat setempat lebih memahami akar persoalannya. “Permasalahan tanah di Jorong Landai sudah kompleks dan panjang. Kami yang di nagari tentu lebih tahu seluk-beluknya, bukan orang luar,” tegasnya.
Sebelumnya, mantan anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota periode 2019–2024, Khairul Apit, mengkritik pernyataan Arisal Aziz yang menurutnya tidak mencerminkan pemahaman utuh terhadap persoalan di lapangan. Ia bahkan menyebut sikap Arisal berpotensi memecah masyarakat.
Namun, pernyataan dari Ketua KAN Harau ini memberikan pandangan berbeda. Firdaus menilai bahwa langkah Arisal Aziz justru merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral seorang wakil rakyat yang berupaya mencari solusi terbaik bagi masyarakat.

