Oleh Ki Jal Atri Tanjung Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat.
“Muhammadiyah sekarang ini, lain dengan Muhammadiyah yang akan datang, maka teruslah kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru, kembalilah kepada Muhammadiyah, jadilah Mester, Insinyur dan lainnya dan kembalilah kepada Muhammadiyah”
KH. AHMAD DAHLAN.
KH. Ahmad Dahlan jauh hari sudah mengantisipasi dan memotivasi agar warga Muhammadiyah selalu menuntut ilmu pengetahuan dimana saja berada, menjadi guru dan memperoleh gelar yang diperlukan dalam menghadapi tantangan zaman yang selalu berkembang dengan perubahannya yang tidak dapat dihalangi . Apa yang disampaikan KH. Ahmad Dahlan, agar warga Muhammadiyah dapat mengikuti perkembangan alam dan zaman dengan segala perubahannya, sehingga warga Muhammadiyah tidak hanyut atau menghanyutkan diri dalam gelombang perubahan, tetapi dapat mengambil manfaat terhadap setiap perubahan yang terjadi, sehingga warga Muhammadiyah selalu berkemajuan dan dapat mensejahterakan semua.
DAKWAH DIGITAL WAJAH BARU DALAM BERDAKWAH.
Salah satu perubahan yang signifikan yang sedang dihadapi oleh warga Muhammadiyah dan sekaligus menjadi tantangan baru saat ini adalah perubahan yang bersifat serba virtual dan digital dan menerapkan digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk digitalisasi Masjid. Muslim tanpa Masjid (Medsos jadi tempat belajar agama), sehingga dikhawatirkan kedangkalan makna beragama, menguatnya formalisme, agama no dan spiritualitas yess. Akhirnya keberlimpahan informasi dan matinya Otoritas Keagamaan. Oleh karena itu, Muhammadiyah yang mengusung semangat pembaruan dengan segala perubahannya (tajdid) mestinya menghadirkan wajah baru dalam berdakwah yaitu melalui berbagai platform media berbasis digital, sehingga relevan dengan Karakter Komunitas Virtual.
KEUNTUNGAN DAKWAH DI KOMUNITAS VIRTUAL.
Setidaknya ada tiga keuntungan dalam melaksanakan Dakwah di Komunitas Virtual :
- Munculnya kesadaran kelompok publik attentif yang kian adaptif dengan kemajuan IT, terutama terkait dunia Virtual bagi generasi milenial, sehingga cara berdakwah harus mulai menggunakan cara-cara milenial yang serba instan, kreatif, inovatif, dan menghibur;
- Komunitas Virtual yang tidak terbatas oleh keadaan, waktu dan tempat (KETUPAT), ideologi, status sosial ekonomi maupun pendidikan, sehingga memberikan kesempatan bagi Muhammadiyah untuk mendapatkan respon positif dari seluruh pelosok dunia;
- Memungkinkan terbentuknya kesadaran kelompok menjadi terbagi, karena di dunia maya atau komunitas sosial virtual setiap orang dapat berinteraksi, bertukar isu, menciptakan tema-tema fantasi dan visi retoris dan membentuk kesadaran kelompok warga Muhammadiyah.
Semoga dengan dakwah digital ini dapat membangun karakter komunitas virtual bagi warga Muhammadiyah khususnya dan komunitas lainnya dalam masyarakat.
Taman Mutiara, 13102025.

