Padang Pariaman | Amanatnews.Com — Suasana di Posko Yayasan Arisal Aziz Foundation, Kampung Dalam, memanas penuh semangat. Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat memadati lokasi saat Arisal Aziz menggelar kegiatan reses 4 pilar bersama pengurus dan anggota Syarikat Islam Sumatera Barat, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini tak sekadar agenda formal. Reses berubah menjadi ruang terbuka bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, lugas, dan tanpa sekat. Dialog berlangsung hidup, bahkan beberapa isu strategis mencuat dengan tajam, mulai dari penguatan ekonomi umat hingga pengembangan pendidikan berbasis masyarakat.
Sejumlah tokoh penting turut hadir. Dalam sambutannya, Dra. Marsenany MM mengungkapkan kesan mendalam terhadap sosok Arisal Aziz. Ia menilai kepedulian yang ditunjukkan bukan sekadar retorika.
“Saya sudah banyak mengenal anggota DPR, tapi beliau ini berbeda. Ketulusannya membantu masyarakat benar-benar terasa, bahkan saya sendiri pernah merasakan langsung bantuannya,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, Syarikat Islam menegaskan komitmennya untuk terus bergerak di bidang dakwah, ekonomi, dan pendidikan sebagai pilar pemberdayaan umat. Bahkan, Ketua Laznas Dr. Fakhri Zaki secara terbuka mengajukan permohonan bantuan kendaraan operasional guna mendukung aktivitas lembaga zakat.
Menariknya, Arisal Aziz merespons cepat dan lugas.
“Kalau ada kendaraan di kantor yang tidak terpakai, akan saya berikan untuk Laznas,” ujarnya.
Jawaban itu langsung disambut riuh tepuk tangan, menjadi sinyal kuat bahwa aspirasi masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga direspons nyata.
Tak berhenti di situ, mahasiswa yang tergabung dalam SEMMI turut menyuarakan gagasan pengelolaan potensi kelapa muda sebagai sumber ekonomi baru di daerah. Sementara itu, Syarikat Islam Padang Pariaman juga mengusulkan pendirian Taman Kanak-Kanak berbasis organisasi sebagai langkah strategis membangun generasi sejak dini.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Arisal Aziz menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Lebih jauh, ia juga mengungkap rencana besar pengembangan SI Mart melalui koperasi mandiri Syarikat Islam di seluruh Sumatera Barat. Program ini digadang-gadang menjadi kekuatan baru dalam menggerakkan ekonomi umat secara berkelanjutan.
Dari sektor pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan sosial—semua dirangkai dalam satu momentum yang sarat makna.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa ketika tokoh, organisasi, dan wakil rakyat duduk bersama, maka aspirasi tak lagi sekadar wacana—melainkan langkah konkret menuju perubahan.
Kini, publik menanti:
Akankah ini menjadi titik balik kebangkitan ekonomi dan pendidikan umat di Sumatera Barat?

