Amanatnews – Sumbar, Upaya pemulihan kondisi psikologis anak-anak pascakejadian yang menimbulkan dampak trauma terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan trauma healing psikososial hasil kolaborasi Ust. Iqbal bersama Tim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental anak-anak, khususnya dalam membantu mereka kembali merasa aman, nyaman, dan bahagia.
Kegiatan trauma healing ini menyasar anak-anak dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan. Berbagai aktivitas kreatif dihadirkan, seperti bernyanyi bersama, permainan interaktif, ice breaking, serta pembagian hadiah. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menciptakan suasana ceria agar anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka secara bebas tanpa tekanan.
Sejak kegiatan dimulai, antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi. Mereka tampak aktif mengikuti setiap sesi, tertawa, bernyanyi, dan berani berinteraksi dengan para pendamping maupun teman-temannya. Keceriaan yang terpancar menjadi tanda positif bahwa anak-anak mulai merasa lebih rileks dan perlahan keluar dari bayang-bayang trauma yang sebelumnya dialami.
Ust. Iqbal dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa trauma healing merupakan bagian penting dalam proses pemulihan psikososial anak. Menurutnya, anak-anak yang mengalami peristiwa traumatis membutuhkan pendampingan yang penuh empati dan kasih sayang.
“Melalui kegiatan sederhana seperti bermain dan bernyanyi, anak-anak bisa kembali tersenyum. Dari senyum itulah proses penyembuhan jiwa mereka dimulai,” ungkap Ust. Iqbal.
Sementara itu, Tim IDAI yang terlibat memberikan pendampingan psikososial dengan pendekatan profesional yang disesuaikan dengan usia anak. Selain mendampingi selama kegiatan berlangsung, tim juga memberikan edukasi ringan mengenai pengenalan emosi dan cara mengekspresikan perasaan secara sehat. Hal ini bertujuan agar anak-anak mampu memahami apa yang mereka rasakan dan tidak memendam ketakutan atau kecemasan berlebihan.
Para orang tua yang turut mendampingi anak-anak menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengaku merasa lebih tenang melihat perubahan positif pada anak, seperti kembali ceria, berani berinteraksi, dan tidak lagi menunjukkan ketakutan berlebihan.
Orang tua juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya peran keluarga dalam mendukung pemulihan psikologis anak di lingkungan rumah.Secara keseluruhan, kegiatan trauma healing psikososial ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi anak-anak maupun orang tua.
Kolaborasi Ust. Iqbal dan Tim IDAI diharapkan dapat menjadi contoh sinergi yang berkelanjutan dalam mendukung kesehatan mental anak-anak, terutama dalam masa pemulihan pascakejadian traumatis, sehingga mereka dapat tumbuh kembali dengan rasa aman, bahagia, dan penuh harapan.

