Amanatnews – Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam — Pos Pelayanan Kesehatan (Posyan) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Lampung yang beroperasi di Labuah, Nagari Sungai Batang, saat ini menghadapi kebutuhan mendesak terkait penyediaan air bersih bagi warga terdampak dan operasional posko.
Ketersediaan air bersih menjadi salah satu faktor vital dalam mendukung layanan kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi tersebut.Hingga saat ini, Posyan MDMC Lampung masih mengalami keterbatasan akses air bersih.
Sumber air sebenarnya tersedia, namun jaraknya cukup jauh dari titik posko dan pemukiman warga. Untuk dapat menyalurkan air tersebut, dibutuhkan pemasangan selang dengan panjang sekitar 2.000 meter serta penyediaan tandon penampungan air agar distribusi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kondisi ini dinilai cukup mendesak mengingat air bersih sangat diperlukan tidak hanya untuk kebutuhan minum dan memasak, tetapi juga untuk keperluan medis, kebersihan lingkungan, serta pencegahan penyakit di tengah situasi darurat.
Keterbatasan air bersih berpotensi memperburuk kondisi kesehatan warga dan menyulitkan tim relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Berdasarkan perkiraan awal, anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan selang air tersebut mencapai sekitar Rp20 juta. Dana ini mencakup pembelian selang berkualitas yang mampu menjangkau jarak jauh serta mendukung aliran air secara stabil menuju tandon dan titik distribusi.
Selain itu, keberadaan tandon air juga sangat penting sebagai cadangan ketika pasokan air tidak dapat mengalir secara kontinu.Oleh karena itu, pihak MDMC dan relawan di lapangan berharap adanya perhatian dan fasilitasi dari pihak-pihak berkompeten, baik pemerintah daerah, instansi terkait, maupun para dermawan dan lembaga kemanusiaan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga Labuah, Nagari Sungai Batang, serta memastikan Posyan MDMC Lampung dapat beroperasi secara maksimal.Upaya kolaboratif dan respon cepat dari berbagai pihak akan sangat berarti bagi keberlangsungan layanan kemanusiaan di wilayah tersebut. Air bersih bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga penopang utama kesehatan dan keselamatan masyarakat dalam kondisi darurat.

