MDMC Terbitkan Panduan Keselamatan Relawan untuk Perkuat Penanganan Banjir di Lapangan

Amanatnews, Padang – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) kembali menegaskan komitmennya dalam memastikan keselamatan para relawan yang bertugas di lokasi bencana banjir. Melalui sejumlah panduan resmi yang diterbitkan, MDMC mengingatkan bahwa keselamatan relawan merupakan prioritas utama sebelum dan selama menjalankan tugas kemanusiaan.

Dalam pedoman tersebut, MDMC menekankan pentingnya prosedur keadaan darurat yang harus segera diaktifkan ketika relawan menghadapi situasi berbahaya, seperti meningkatnya arus air secara tiba-tiba, longsor atau runtuhan bangunan, relawan hilang kontak, hingga kebocoran gas atau keberadaan aliran listrik aktif di genangan air.

Jika kondisi ini muncul, seluruh aktivitas harus dihentikan dan relawan diminta mengevakuasi diri ke titik aman terdekat, melakukan roll call cepat, serta melaporkan situasi ke Posko Induk.Selain itu, MDMC menerbitkan Panduan Keselamatan & Keamanan Sukarelawan Penanganan Banjir yang bertujuan memastikan seluruh relawan bekerja secara aman, efektif, dan tetap memperhatikan keselamatan diri maupun warga terdampak.

Panduan ini diberikan mengingat situasi lapangan yang sering tidak terduga dan berisiko tinggi.Aspek kesehatan dan higiene relawan juga menjadi perhatian serius. Relawan diwajibkan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer setelah berinteraksi dengan korban maupun air banjir. Pakaian basah harus segera diganti untuk menghindari hipotermia dan infeksi kulit.

Jika mengalami luka, demam, gatal, lemas, atau keluhan kesehatan lainnya, relawan diminta segera melapor kepada petugas kesehatan di lapangan.Sementara itu, sebelum turun ke lokasi bencana, MDMC memberikan daftar perlengkapan wajib yang harus dibawa, seperti sepatu bot, sarung tangan lateks dan kerja, jaket pelampung untuk area berair dalam, jas hujan atau ponco, masker, helm ringan, senter, serta obat pribadi dan kotak P3K tim. Relawan juga harus memastikan kondisi fisik dan mental tetap prima dengan istirahat yang cukup dan makan sebelum bertugas. Bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, MDMC mengimbau agar memberikan informasi kepada tim agar penanganan dapat disesuaikan.

Dengan adanya panduan ini, MDMC berharap seluruh relawan dapat menjalankan tugas kemanusiaan secara aman dan profesional, serta mengurangi risiko kecelakaan selama penanganan banjir yang tengah melanda sejumlah wilayah. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab MDMC dalam memastikan mitigasi dan respon bencana berjalan lebih optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *