MILAD KE – 38 TAHUN RUMAH SAKIT UMUM AISYIYAH KOTA PADANG ANTARA HARAPAN DAN TANTANGAN.

Oleh : Advokat Ki Jal Atri Tanjung Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat.

Milad Ke-38 RSU. Aisyiyah Kota Padang telah dilaksanakan dengan penuh semangat solidaritas, soliditas dan komitmen bersama mewujudkan kejayaannya di masa depan dan membangun sebuah Taclene ” RSU Aisyiyah Melayani Anak Negeri Dengan Sepenuh Hati ” . Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025 di lapangan terbuka tempat parkir yang luas dan aman disamping RSU Aisyiyah dan dibelakang PT. PUSRI. Suasana yang meriah ini terlihat jelas saat menyerahkan hadiah bagi pemenang berbagai perlombaan, hadiah ini berupa Trophy, Sertifikat dan uang motivasi sebagai pertanda kuatnya partisipasi warga RSU Aisyiyah Kota Padang yang dipimpin oleh Direkturnya yang sangat enerjik yaitu dr. Susi Rahmawati.

ANTARA HARAPAN DAN TANTANGAN.

Harapan masyarakat terhadap RSU Aisyiyah sangat besar karena RSU Aisyiyah merupakan sebuah rumah sakit  yang memiliki nilai  sejarah panjang dan pengalaman yang banyak, sejak 65 tahun lalu bermula dari sebuah Klinik Perawatan Kesehatan dan sejak 38 tahun yang lalu telah menjadi RSU Aisyiyah yang menjadi kebanggaan warga Muhammadiyah, Aisyiyah dan masyarakat luas di lintas Provinsi tetangga. Besar harapan agar RSU Aisyiyah dapat meraih kejayaannya di masa yang akan datang dengan memenuhi harapan masyarakat dalam beberapa aspek :

1. Pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas ;

2. Aksesibilitas yang mudah dan memiliki fasilitas yang memadai ;

3. Biaya yang terjangkau sesuai dengan kemampuan masyarakat ;

4. Teknologi dan inovasi dalam pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan seperti nex medis ;

5. Kemitraan, kolaborasi dan senergi, baik dengan pihak sesama swasta maupun dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Harapan ini tidak terlepas dari tantangan yang dihadapi RSU Aisyiyah dalam beberapa aspek :

1. Keterbatasan Sumber Daya Manusia yang berkualitas ;

2. Keterbatasan fasilitas dan teknologi medis yang memadai, sehingga mempengaruhi pelayanan kesehatan ;

3. Biaya kesehatan yang tinggi, termasuk biaya pengobatan dan biaya obat-obatan yang mahal, sering kali menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas ;

4. Regulasi yang kompleks, tumpang tindih, tidak sinkronisasi dan harmonis juga dapat menghambat operasional dan inovasi dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas ;

5. Keterlibatan masyarakat dalam mengambil keputusan terkait perawatan dan pengobatan.

Semoga RSU Aisyiyah dapat memenuhi harapan masyarakat dan mampu menghadapi segala tantangan diatas untuk mewujudkan kejayaannya di masa yang akan datang dan dapat menjadi kebanggaan warga Muhammadiyah, Aisyiyah dan masyarakat luas pada umumnya dalam membangun ekosistem kesehatan di Sumatera Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Temanmu Temanku, 21 Oktober 2025.
Ki Jal Atri Tanjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *