Amanatnews, Solok — Luapan air Sungai Batang Saniang Baka menyebabkan terputusnya akses jalan provinsi di ruas Jalan P.092 Simpang Gantiang Payo–Batas Tanah Datar–Sumani, tepatnya di STA 117+100, Nagari Saniang Baka, pada Jumat (2/1/2026). Kejadian ini mengakibatkan badan jalan tertutup material dan tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga aktivitas masyarakat di wilayah tersebut terganggu.
Luapan sungai terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan debit air Sungai Batang Saniang Baka meningkat drastis. Air sungai meluap ke badan jalan dan area sekitarnya, membawa material lumpur, pasir, serta kayu yang memperparah kondisi infrastruktur jalan.
Selain memutus akses transportasi utama, peristiwa ini juga berdampak pada kawasan permukiman warga yang berada di sekitar aliran sungai.Sejumlah rumah warga dilaporkan terdampak genangan banjir. Meski tidak ada laporan korban jiwa, warga terpaksa membatasi aktivitas dan meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Jalan provinsi yang terdampak merupakan jalur vital penghubung antarwilayah, sehingga penutupan jalan menyebabkan arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh.Sebagai tindak lanjut, pada Sabtu (3/1/2026), dilakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.
Penanganan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat setempat dengan dukungan alat berat dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material banjir yang menutup badan jalan serta menormalkan alur sungai agar aliran air dapat kembali lancar.
Petugas di lapangan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi tebing sungai untuk mengantisipasi potensi longsor susulan. Upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar. Selain pembersihan material, langkah sementara berupa penguatan tanggul darurat juga dilakukan untuk mengurangi risiko luapan air kembali terjadi jika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai. Masyarakat juga diminta menghindari melintasi lokasi terdampak hingga kondisi benar-benar aman dan akses jalan kembali normal.
Hingga saat ini, proses penanganan masih terus berlangsung. Diharapkan dengan sinergi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, akses jalan provinsi dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali berjalan seperti sediakala.

