Amanatnews, Padang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) Sumatera Barat menyalurkan bantuan sebanyak 1.229 stel seragam sekolah bagi siswa SD, SMP, dan SMA se-Kota Padang yang terdampak bencana banjir bandang. Kegiatan sosial ini dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di salah satu sekolah terdampak dan dihadiri oleh perwakilan Pemko Padang, Indra Yunaidi, jajaran pengurus GAPOPIN Sumbar, kepala sekolah, guru, serta perwakilan orang tua siswa. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga siswa yang mengalami kerugian akibat bencana alam tersebut.
Dalam sambutannya, Indra Yunaidi menyampaikan bahwa banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang tidak hanya berdampak pada pemukiman warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan. Banyak siswa kehilangan perlengkapan sekolah, termasuk seragam, sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
“Pendidikan anak-anak harus tetap berjalan meskipun di tengah keterbatasan akibat bencana. Bantuan seragam ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dan mitra swasta untuk memastikan para siswa dapat kembali bersekolah dengan layak dan penuh semangat,” ujar Indra Yunaidi.
Ia juga mengapresiasi peran GAPOPIN Sumbar yang telah berpartisipasi aktif dalam aksi kemanusiaan ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi sangat dibutuhkan dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pendidikan.
Sementara itu, perwakilan GAPOPIN Sumbar menyatakan bahwa penyaluran seragam sekolah ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat. GAPOPIN berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi para siswa dan membantu mereka kembali fokus pada kegiatan belajar mengajar.
Dengan disalurkannya 1.229 seragam sekolah kepada siswa SD, SMP, dan SMA di seluruh Kota Padang, diharapkan proses pemulihan pendidikan dapat berjalan lebih cepat. Para guru dan siswa pun diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas sekolah dengan kondisi yang lebih baik dan semangat yang baru setelah bencana banjir bandang.

