Amanatnews, Agam — Muhammadiyah Sumatera Barat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak rumah terendam akibat naiknya debit air Danau Maninjau. Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat Muhammadiyah terhadap warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Seluruh rangkaian penanganan kebencanaan Muhammadiyah Sumatera Barat dilaksanakan secara terkoordinasi sesuai arahan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar melalui tiga lembaga utama yang memiliki peran masing-masing. Posko Koordinasi Wilayah (Poskor Wilayah) yang dikomandoi Hendri Novigator berfungsi sebagai pusat kendali operasional bantuan kebencanaan Muhammadiyah. Melalui posko ini, seluruh perencanaan, pengaturan logistik, hingga pelaporan kegiatan bantuan dikendalikan agar penyaluran berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, pelaksanaan operasional di lapangan sepenuhnya dijalankan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat. Di bawah kepemimpinan Ketua MDMC Sumbar, Portito, para relawan dikerahkan untuk melakukan pendataan, distribusi bantuan, serta pendampingan langsung kepada warga yang rumahnya terendam. MDMC juga memastikan bahwa bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
Adapun pengelolaan dan penghimpunan dana bantuan atau fundraising dilaksanakan oleh Lazismu Sumatera Barat di bawah pimpinan Zainal Aqil. Lazismu menjadi satu-satunya pintu resmi penerimaan donasi yang bersifat uang, baik dari dalam maupun luar daerah. Seluruh donasi disalurkan melalui rekening resmi Lazismu di Bank Danamon guna menjamin transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik.
Muhammadiyah Sumatera Barat menegaskan bahwa seluruh donasi dan bantuan berbentuk dana dipastikan satu pintu melalui Lazismu. Dengan sinergi Poskor Wilayah, MDMC, dan Lazismu, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi kembali pulih.


