Muhammadiyah Kerahkan Respon Cepat Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan

Amanatnews, Pesisir Selatan – Bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan pada 10 Desember 2025 mengakibatkan ribuan warga terdampak serta kerusakan bangunan yang cukup luas. Berdasarkan laporan infografis resmi, sedikitnya 4.000 jiwa terdampak di berbagai kecamatan, termasuk Batang Kapas, Koto XI Tarusan, Lengayang, Ranah Pesisir, Sutera, hingga Bayang Utara.

Sejumlah fasilitas umum seperti rumah warga, sekolah, jalan provinsi, serta sarana pendidikan juga mengalami kerusakan ringan hingga berat.Desa Lima Gadang, Pancung Taba, dan Muaro Aie menjadi wilayah yang terdampak cukup parah. Di Pancung Taba, terdapat 2 rumah hanyut, 4 rumah rusak ringan, 5 rumah rusak berat, serta 7 rumah rusak ringan di beberapa titik lainnya. Selain itu, akses jalan provinsi terputus sepanjang 300 meter akibat genangan dan material longsor.

Menghadapi situasi ini, Muhammadiyah melalui MDMC, Lazismu, serta jejaring relawan terus melakukan respon cepat. Koordinasi intensif dilakukan bersama BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, pemerintah nagari, serta personel TNI dan Polri untuk memastikan penanganan berjalan efektif.

Layanan psikososial turut diberikan kepada anak-anak maupun orang dewasa di TPSQ Nurul Bilad, termasuk pendampingan rohani serta edukasi kesehatan.Tim medis MDMC juga dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, layanan darurat, hingga promosi kesehatan di sekolah dasar Desa Pancung Taba.

Selain itu, relawan Muhammadiyah membantu membersihkan puing dan lumpur di rumah warga, kantor wali nagari, hingga fasilitas pendidikan yang terdampak.Distribusi logistik serta peralatan kebersihan juga mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga, terutama bagi mereka yang rumahnya terendam atau rusak parah.

Situasi di Desa Pancung Taba masih dalam tahap siaga, mengingat hujan intens yang masih berpotensi menimbulkan banjir susulan. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus berada di tengah warga hingga kondisi benar-benar pulih, termasuk dalam fase pemulihan dan rekonstruksi ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *