Amanatnews.com – Lima Puluh Kota. Dalam masa resesnya, Anggota DPR RI Fraksi PAN Komisi XIII, H. Arisal Aziz, menggelar kegiatan Temu Ramah dan Silaturahmi bersama para petani gambir dan pinang se-Provinsi Sumatera Barat, yang juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan perangkat nagari.
Acara tersebut dilaksanakan melalui Zoom Meeting dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik India dan Atase Perdagangan, sebagai langkah nyata membuka peluang ekspor produk unggulan Sumbar ke pasar internasional.
Dalam kesempatan itu, H. Arisal Aziz menyampaikan bahwa potensi hasil pertanian di Sumatera Barat, khususnya gambir dan pinang, memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, selama ini para petani masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari fluktuasi harga hingga permainan tengkulak yang merugikan.
.> “Kita punya hasil alam yang luar biasa, tapi sering masyarakat kita yang jadi korban permainan harga. Jika masyarakat diakali, saya sendiri yang akan berangkat ke India!” tegas H. Arisal Aziz, disambut tepuk tangan para peserta temu ramah.
Pernyataan tersebut menjadi simbol dari komitmen nyata seorang wakil rakyat yang turun langsung membela kepentingan petani, agar tidak terus-menerus dirugikan oleh sistem perdagangan yang tidak adil.
H. Arisal Aziz menegaskan bahwa ia akan terus memperjuangkan jalur ekspor langsung dari Sumatera Barat ke negara tujuan, tanpa harus melalui perantara di luar daerah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan harga jual dan kesejahteraan petani di tingkat nagari.
Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya peran pemerintah daerah dan kelompok tani untuk bersama-sama membangun sistem perdagangan yang transparan, efisien, dan berpihak kepada petani kecil.
.> “Petani harus jadi pemain utama, bukan korban sistem. Kalau jalur ekspor bisa langsung, maka keuntungan akan kembali ke masyarakat,” ujar Arisal Aziz.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut diikuti oleh petani dari berbagai kabupaten di Sumatera Barat, termasuk perwakilan dari Jorong Landai, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Para peserta menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah awal memperluas pasar dan membuka jaringan ekspor yang lebih menguntungkan bagi daerah.

