Padang — Di balik berdirinya Universitas Baiturrahmah dan Rumah Sakit Islam (RSI) Sitti Rahmah yang kini menjadi kebanggaan Sumatera Barat, terdapat sosok perempuan tangguh bernama Hj. Maizarnis, yang akrab disapa Ibu Je. Ia bukan sekadar tokoh masyarakat, melainkan simbol ketulusan, kesabaran, dan keteguhan seorang ibu yang membangun peradaban melalui pendidikan dan kesehatan.Ibu Je merupakan istri dari almarhum H. Amran Sutan Sidi Sulaiman, pendiri Universitas Baiturrahmah. Setelah kepergian sang suami, Ibu Je tampil sebagai figur sentral yang melanjutkan dan membesarkan cita-cita besar tersebut. Dengan ketenangan dan ketekunan, ia mengawal tumbuhnya institusi yang awalnya diragukan, namun kini justru menjadi dambaan.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, pernah mengenang bagaimana pembangunan RSI Sitti Rahmah di kawasan ByPass Padang sempat dicemooh. Banyak pihak meragukan keberhasilannya, mempertanyakan siapa yang mau berobat ke pinggiran kota. Namun waktu menjawab keraguan itu. Berkat kegigihan Ibu Je, RSI Sitti Rahmah kini berkembang pesat dan menjadi rujukan pelayanan kesehatan. Alumni kedokterannya tersebar memimpin puskesmas, dinas kesehatan, hingga rumah sakit besar seperti RS Achmad Mochtar Bukittinggi.Ketangguhan Ibu Je diyakini merupakan warisan dari sang ibu yang akrab disapa “One”. One adalah perempuan pejuang keluarga yang membesarkan delapan anaknya melalui usaha mesin penggilingan padi setelah suaminya wafat. Ketulusan, kesabaran, dan perhatian One terhadap semua orang
—tanpa memandang status—menjadi cetak biru kepribadian Ibu Je hingga kini.Bagi anak-anak dan menantunya, Ibu Je dikenal sebagai sosok “Supermom”.
Ia adalah ibu yang lembut, tidak pernah mengomel, penuh kasih sayang, dan menjadi teladan dalam kehidupan keluarga maupun usaha. Keberhasilannya mendidik anak-anak tercermin dari prestasi mereka di berbagai bidang, di antaranya Fadli Amran, mantan Wali Kota Padang Panjang, serta Wahyu Amran dan Ikhsan Amran yang berkiprah sebagai dokter spesialis.Kini, Universitas Baiturrahmah memiliki 12 program studi, dengan Fakultas Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi sebagai unggulan. Capaian ini tidak diraih dengan mudah, melainkan melalui jalan panjang penuh keraguan dan ujian.
Ibu Je adalah potret Bundo Kanduang modern—perempuan Minangkabau yang menjaga nilai, membangun generasi, dan meninggalkan warisan nyata bagi masyarakat. Dalam diam dan keteguhannya, ia membuktikan bahwa ketulusan mampu melahirkan kemegahan yang abadi.

