Batang Agam — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatra Barat mulai menyalurkan bantuan sekolah di SDN 14 Labuh Sungai, Batang Agam. Hingga saat ini, kegiatan tersebut masih dalam proses (on progress) dan berjalan sesuai rencana.Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sektor pendidikan pasca bencana banjir dan galodo yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada November 2025 lalu.
Dampak bencana tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga oleh fasilitas pendidikan yang mengalami keterbatasan sarana pendukung.Bantuan yang diberikan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar sekolah, khususnya penyediaan air bersih serta dukungan sarana kebersihan, guna menunjang kegiatan belajar mengajar dan menjaga kesehatan lingkungan sekolah.
Sejak pasca bencana, sekolah mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.Tim MDMC Sumatra Barat turun langsung ke lokasi sekolah untuk melakukan pendistribusian dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Meski masih dalam tahap pelaksanaan, progres kegiatan menunjukkan hasil positif dan mendapat sambutan baik dari pihak sekolah.
Perwakilan MDMC Sumatra Barat menyampaikan bahwa bantuan sekolah ini merupakan bagian dari komitmen MDMC dalam memastikan anak-anak tetap dapat belajar dengan aman dan nyaman di tengah situasi pasca bencana. Pendidikan, menurutnya, tidak boleh terhenti meskipun kondisi belum sepenuhnya pulih.“Kami berupaya hadir di sekolah-sekolah terdampak untuk membantu pemulihan sarana pendukung pendidikan.
Harapannya, dengan adanya bantuan ini, aktivitas belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.MDMC juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa agar proses penyaluran bantuan di SDN 14 Labuh Sungai dapat segera rampung dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga sekolah.
Ke depan, MDMC Sumatra Barat berkomitmen melanjutkan program bantuan dan pendampingan bagi sekolah-sekolah terdampak bencana di berbagai daerah sebagai bagian dari respon kemanusiaan berkelanjutan.

