MDMC Sumatra Barat Tuntaskan Bantuan Sekolah di SDN 05 Batang Anai Padang Pariaman

Padang Pariaman — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatra Barat menuntaskan penyaluran bantuan sekolah di SDN 05 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sektor pendidikan pasca bencana banjir dan galodo yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada November 2025 lalu.

Bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar sekolah, khususnya penyediaan air bersih, guna menunjang aktivitas belajar mengajar serta menjaga kesehatan lingkungan sekolah. Sejak bencana terjadi, sekolah mengalami keterbatasan sarana pendukung yang berdampak pada kelancaran kegiatan pendidikan.

Tim MDMC Sumatra Barat turun langsung ke lokasi untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Proses distribusi berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kehadiran MDMC dinilai sangat membantu dalam mempercepat pemulihan aktivitas belajar mengajar.Perwakilan MDMC Sumatra Barat menyampaikan bahwa pendidikan menjadi sektor prioritas dalam penanganan pasca bencana.

Menurutnya, sekolah harus tetap beroperasi agar hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tidak terhambat akibat kondisi darurat.“Kami berupaya memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal kembali. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban sekolah dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi siswa,” ujarnya.

MDMC juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dermawan yang telah mempercayakan amanahnya melalui MDMC. Dukungan tersebut menjadi faktor utama terlaksananya berbagai program kemanusiaan, termasuk bantuan untuk sekolah terdampak bencana.“Terima kasih kepada Ayahanda, Ibunda, serta seluruh donatur.

Semoga bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah dan bernilai ibadah,” tambahnya.Dengan selesainya bantuan di SDN 05 Batang Anai, MDMC Sumatra Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dan fasilitas pendidikan terdampak bencana melalui program pemulihan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *