Oleh : Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd. S.H., M.H.
BATAS NALAR MANUSIA.
Nalar manusia memiliki batasan-batasan, seperti kapasitas memori, sehingga tidak bisa mengingat semua informasi. Batas nalar dalam kemampuan pengelolaan informasi, sehingga tidak bisa memproses semua data secara simultan. Manusia memiliki bias dan emosi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan penilaian, disamping itu manusia juga memiliki waktu dan sumber daya yang terbatas, sehingga tidak bisa melakukan semua hal secara maksimal. Namun manusia juga memiliki kemampuan untuk belajar, beradaptasi dengan lingkungan dan situasi baru. Manusia dapat menggunakan alat bantu seperti teknologi untuk meningkatkan kemampuan nalarnya dan manusia dapat bekerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Jadi batas nalar manusia bukanlah batas yang tetap, tetapi batas yang dapat diperluas dengan kemampuan dan sumber daya yang tepat.
KEMALASAN INTELEKTUAL.
Kemalasan intelektual bisa jadi salah satu faktor yang membuat batas nalar manusia tidak bisa diperluas secara optimal. Ketika seseorang tidak mau belajar, tidak mau berpikir atau malas berpikir, tidak mau berpikir kritis dan tidak mau mengembangkan kemampuan intelektualnya, maka batas nalar tidak akan pernah berubah.
Kemalasan intelektual seseorang bisa membuat seseorang tidak mau mecari informasi baru, tidak mau berpikir kritis dan tidak mau mengembangkan kemampuan intelektualnya mencapai potensi maksimal seperti yang diharapkan. Kemalasan intelektual bisa membuat batas nalar manusia menjadi stagnan dan tidak bisa diperluas.
RELEVANSI BATAS NALAR DAN KEMAMPUAN INTELEKTUAL.
Batas nalar dan kemalasan intelektual memang memiliki hubungan yang signifikan. Kemalasan intelektual bisa membuat seseorang tidak mau mengembangkan kemampuan intelektualnya, sehingga batas nalarnya tidak bisa diperluas.
Kemalasan intelektual bisa membuat seseorang tidak mau membaca, tidak mau mencari tahu dan tidak mau mencari hal baru serta tidak mau berinovasi, sehingga batas nalarnya tidak bisa diperluas. Tidak mau berpikir kritis, tidak mau menganalisis, tidak mau mengevaluasi, dan tidak mau membuat keputusan yang tepat, sehingga batas nalarnya tidak bisa diperluas. Tidak mau mengembangkan kemampuan intelektualnya, tidak mau meningkatkan kemampuan, dan tidak mau mencapai potensi maksimal, sehingga batas nalarnya tidak bisa diperluas. Jadi kemalasan intelektual bisa membuat batas nalar seseorang menjadi stagnan dan tidak bisa diperluas. Kepada pimpinan dan kader-kader organisasi perlu menyiapkan pimpinan dan kader-kader organisasi yang memiliki semangat dan komitmen mengembangkan intelektualnya, baik melalui pendidikan formal maupun non formal melalui pendidikan dan pelatihan reguler dan non reguler. Demikian, terima kasih dan salam
Advokat Ki Jal Atri Tanjung.

