Amanatnews, AGAM — Perjuangan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat patut diapresiasi.Tim Medis MDMC dari Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman bersama Tim Psikososial MDMC Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat harus menembus medan berat, berlumpur, dan licin demi menjangkau masyarakat terdampak banjir bandang dan galodo di Jorong Sabarang Aie, Nagari Salareh Aie dan Nagari Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Pada Selasa, 16 Desember 2025, tim gabungan yang terdiri dari MDMC, LAZISMU, LLHPB Aisyiyah, serta Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman kembali turun langsung ke lapangan. Mereka menyusuri rumah ke rumah warga yang terdampak, memastikan kebutuhan dasar, kesehatan, dan pemulihan psikososial masyarakat terpenuhi.
Meski sesekali harus masuk lumpur dan melewati akses yang sulit, semangat para relawan tidak surut sedikit pun.Kolaborasi kemanusiaan ini juga melibatkan Irman Gusman Center dan Wardah Foundation. Sinergi lintas lembaga tersebut memperkuat pelayanan bagi warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabanjir bandang. Fokus utama kegiatan adalah pendampingan langsung kepada masyarakat yang paling membutuhkan uluran tangan.Beragam layanan kemanusiaan diberikan secara terpadu.
Mulai dari layanan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pengobatan gratis, pendampingan psikososial bagi anak-anak dan keluarga yang mengalami trauma, hingga pendistribusian logistik. Selain itu, para relawan juga melakukan kegiatan bersih-bersih rumah warga terdampak serta rumah ibadah agar dapat kembali digunakan secara layak.
Sejak 30 November hingga 16 Desember 2025, MDMC Sumatera Barat mencatat capaian layanan yang signifikan. Layanan dapur umum telah menyalurkan sebanyak 6.900 porsi makanan kepada warga terdampak. Kegiatan bersih-bersih rumah dilakukan pada 7 rumah dengan total 14 kepala keluarga sebagai penerima manfaat.
Di sektor kesehatan, sebanyak 640 jiwa telah mendapatkan layanan pengobatan gratis.Pendampingan psikososial juga menjadi perhatian penting, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Sebanyak 200 jiwa telah menerima layanan pemulihan psikososial. Sementara itu, pendistribusian logistik menjangkau 1.200 paket bantuan, dan satu unit rumah ibadah telah dibersihkan agar kembali dapat difungsikan oleh masyarakat.
MDMC Sumatera Barat mengajak seluruh dermawan untuk terus memberikan doa, arahan, dan dukungan. Uluran tangan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar beban saudara-saudara yang terdampak bencana dapat diringankan dan proses pemulihan berjalan lebih cepat.

