Agam, Amanatnews — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bergerak cepat menyiapkan ruang belajar sementara sekaligus merencanakan pembangunan ruang belajar permanen bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Hal tersebut disampaikan Yosmeri Yusuf dalam rapat koordinasi singkat yang digelar untuk menindaklanjuti arahan langsung dari PP Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas utama agar proses belajar-mengajar tetap berjalan meskipun di tengah situasi pascabencana.“Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mempersiapkan ruang belajar sementara dan permanen untuk segera direalisasikan, sesuai arahan PP Muhammadiyah,” ujar Yosmeri Yusuf.
Sejumlah lokasi sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir bandang. Bahkan, beberapa bangunan sekolah hanyut terbawa arus deras yang juga mengakibatkan korban jiwa.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan, terutama bagi siswa tingkat dasar hingga menengah.Adapun sekolah-sekolah Muhammadiyah yang terdampak antara lain MTsM Salareh Agam, SMA Salareh Aia, MTsM Saniang Baka, serta puluhan Taman Kanak-kanak yang tersebar di beberapa nagari. Seluruh lokasi penanganan disesuaikan dengan arahan PWM Sumatera Barat.
Dalam penanganan kebencanaan ini, Muhammadiyah menggerakkan tiga pilar utama. Posko Wilayah yang dikomandoi Hendri Novigator berperan sebagai pusat kendali operasional bantuan kebencanaan Muhammadiyah. Posko ini menjadi titik koordinasi utama seluruh program respons darurat dan pemulihan.
Sementara itu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bertanggung jawab atas operasional lapangan dan mengoordinasikan seluruh relawan, di bawah kepemimpinan Portito. MDMC memastikan distribusi bantuan, asesmen kerusakan, hingga dukungan teknis berjalan efektif dan tepat sasaran.Di sisi pendanaan, Lazismu menjalankan fungsi fundraising di bawah pimpinan Zainal Aqil, baik penghimpunan dana dari dalam maupun luar daerah.
Muhammadiyah menegaskan bahwa seluruh donasi dan bantuan berbentuk uang dipastikan satu pintu melalui Lazismu, demi akuntabilitas dan transparansi pengelolaan bantuan, dengan rekening resmi Bank Danamon.Langkah terpadu ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan pendidikan dan mengembalikan harapan bagi para siswa terdampak bencana di Sumatera Barat.

