TASHKENT, UZBEKISTAN — Kiprah intelektual dan dakwah ulama Indonesia kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Ustaz Prof. Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A., dianugerahi gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) dari Tashkent State University of Economics (TSUE), Uzbekistan.
Penganugerahan tersebut menjadi momentum membanggakan bagi Indonesia, khususnya dunia pendidikan, keilmuan Islam, dan dakwah. Penghargaan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi intelektual anak bangsa memiliki ruang dan apresiasi di lingkungan akademik internasional.
Kabar membanggakan itu turut disampaikan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, melalui unggahan media sosialnya. Ia mengungkapkan rasa bangga dan bahagia atas penganugerahan gelar kehormatan kepada Adi Hidayat, yang disebutnya sebagai sahabat sekaligus gurunya.
Menurut Zulkifli Hasan, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi Adi Hidayat dan keluarga, tetapi juga kebanggaan bagi para ulama, umara, serta bangsa Indonesia.
“Ini bukan hanya kebanggaan bagi beliau dan keluarga, tetapi juga kebahagiaan bagi para ulama dan umara, serta bangsa Indonesia,” demikian pesan Zulkifli Hasan dalam unggahannya.
Pengakuan Internasional atas Kontribusi Keilmuan
Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan tersebut menjadi simbol apresiasi terhadap perjalanan keilmuan, dakwah, serta kontribusi Adi Hidayat dalam pengembangan wawasan keislaman dan pendidikan.
Di tengah perkembangan dunia yang semakin kompetitif, pengakuan akademik lintas negara memiliki arti penting. Ilmu pengetahuan, dialog peradaban, dan pertukaran gagasan menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa.
Kehadiran Adi Hidayat dalam prosesi akademik di Uzbekistan juga memperlihatkan terbukanya ruang kolaborasi intelektual antara Indonesia dan negara-negara Asia Tengah.
Kebanggaan bagi Dunia Pendidikan Indonesia
Penghargaan kehormatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia agar terus mengembangkan kapasitas keilmuan, memperkuat tradisi literasi, serta berani mengambil peran dalam percaturan intelektual global.
Prestasi tersebut juga mengingatkan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya diukur melalui pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia, kedalaman ilmu, integritas, dan kontribusi terhadap kemanusiaan.
Zulkifli Hasan turut menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar ilmu serta berbagai ikhtiar Adi Hidayat senantiasa membawa manfaat bagi bangsa dan negara, sekaligus menjadi sumber keberkahan bagi umat.
“Teruslah menjadi inspirasi dalam menebarkan ilmu dan membangun peradaban,” tulisnya.
Penganugerahan ini menjadi kabar membanggakan dari Uzbekistan: bahwa ilmu, dakwah, dan dedikasi yang dibangun dengan kesungguhan dapat melampaui batas geografis serta memperoleh penghargaan di panggung internasional.
AMANATNEWS.COM Aktual, Akurat, Terpercaya.

