H. Arisal Aziz: Politik Adalah Pengabdian, Bukan Ajang Menumpuk Harta

PADANG – Anggota DPR RI Komisi XIII sekaligus Ketua DPW PAN Sumatera Barat, H. Arisal Aziz, menegaskan bahwa politik sejatinya adalah jalan pengabdian untuk masyarakat, bukan sarana mencari keuntungan pribadi atau menumpuk kekayaan.

Pesan tersebut disampaikan Arisal Aziz saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan podcast bersama Bawaslu Sumatera Barat di Kota Padang, Jumat (5/6/2026). Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan itu membahas berbagai isu strategis, mulai dari dinamika politik, kehidupan sosial kemasyarakatan, keagamaan, hingga peran tokoh publik dalam membangun demokrasi yang sehat dan bermartabat.

Pada kesempatan itu, Arisal Aziz berbagi pandangan mengenai makna keterlibatan dalam dunia politik. Menurutnya, jabatan yang diemban seorang politisi harus menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Politik itu pengabdian. Jangan menjadikan politik sebagai alat untuk mencari uang atau menumpuk harta. Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan kepada Allah SWT,” ujar Arisal Aziz.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama menjadi anggota DPR RI, gaji dan berbagai tunjangan yang diterimanya lebih banyak dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk mendukung kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, dan berbagai aktivitas kemasyarakatan lainnya.

“Alhamdulillah, gaji dan tunjangan yang saya terima saya kembalikan untuk masyarakat yang membutuhkan. Banyak digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan, karena saya meyakini jabatan ini adalah amanah untuk melayani rakyat,” katanya.

Diskusi dalam podcast tersebut berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai persoalan kebangsaan, pendidikan politik masyarakat, serta pentingnya menjaga nilai-nilai moral dan agama dalam kehidupan berbangsa turut menjadi topik pembahasan.

Arisal Aziz menilai, kolaborasi antara tokoh masyarakat, penyelenggara pemilu, dan seluruh elemen bangsa sangat penting untuk memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia. Ia berharap masyarakat semakin cerdas dalam berpolitik dan tidak mudah terpengaruh oleh praktik-praktik yang dapat merusak integritas demokrasi.

Sementara itu, kegiatan silaturahmi dan podcast yang digelar Bawaslu Sumbar tersebut menjadi wadah dialog terbuka untuk memperkuat partisipasi publik sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengawasan demokrasi yang berintegritas.

Melalui forum itu, Bawaslu Sumbar dan para narasumber berharap dapat mendorong lahirnya budaya politik yang lebih sehat, beretika, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, sehingga demokrasi Indonesia semakin kuat dan berkualitas di masa mendatang.

(Redaksi/AmanatNews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *