Pasaman Barat, 23 Januari 2026 — Kepedulian terhadap korban kekerasan kembali ditunjukkan melalui kegiatan Jumat Bersama yang digelar oleh H. Arisal Azis bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (23/1/2026). Rombongan mendatangi langsung kediaman Nenek Saudah, seorang lanjut usia yang menjadi korban penganiayaan dan sempat mengundang perhatian luas masyarakat Sumatera Barat.
Kunjungan tersebut merupakan bentuk empati dan kepedulian kemanusiaan, sekaligus memastikan bahwa korban tidak dibiarkan berjuang sendirian dalam menghadapi dampak fisik maupun psikologis pascakejadian tragis tersebut. Kehadiran H. Arisal Azis dan pemerintah daerah disambut haru oleh Nenek Saudah serta keluarga yang hingga kini masih mendampingi proses pemulihan korban.
Seperti diketahui, Nenek Saudah menjadi korban penganiayaan yang diduga berkaitan dengan konflik aktivitas tambang ilegal di wilayah Pasaman Barat. Dalam peristiwa tersebut, korban mengalami luka lebam di wajah, cedera di bagian kepala, serta trauma mendalam. Kasus ini menuai kecaman dari berbagai kalangan karena dinilai sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan terhadap seorang lansia yang seharusnya mendapatkan perlindungan.
Dalam momentum Jumat Bersama itu, H. Arisal Azis menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok, bantuan biaya pemulihan, serta dukungan moril untuk meringankan beban hidup korban. Ia juga menyampaikan pesan penguatan agar Nenek Saudah tetap tabah dan yakin bahwa banyak pihak peduli terhadap kondisinya.
“Apa yang dialami Nenek Saudah adalah luka bagi kita semua. Ini bukan hanya soal hukum, tetapi soal kemanusiaan. Negara dan masyarakat harus hadir melindungi warga, terutama kelompok rentan seperti lansia,” tegas H. Arisal Azis.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyampaikan komitmen untuk terus mengawal proses pemulihan korban, baik dari sisi kesehatan maupun pendampingan sosial.
Pemerintah daerah juga memastikan dukungan terhadap aparat penegak hukum agar kasus penganiayaan ini diproses secara adil dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan setiap bentuk kekerasan serta bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Menurut pemerintah, kepedulian dan keberanian masyarakat sangat penting untuk mencegah terulangnya kekerasan terhadap perempuan dan lansia.Sementara itu, Nenek Saudah menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
Dengan suara lirih, ia mengaku terharu karena masih banyak pihak yang peduli terhadap keselamatan dan kesejahteraannya.Kegiatan Jumat Bersama ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, serta menjadi penguat solidaritas sosial dalam membangun masyarakat Pasaman Barat yang berkeadilan dan berperikemanusiaan.

