Palembang, Rabu 30/09/2026 | AmanatNews.com — Langkah Josal FC Piaman di Piala Soeratin U-17 Putaran Nasional Zona 2 Sumatera terhenti setelah tim asal Sumatera Barat tersebut gagal mengamankan tiket ke babak delapan besar. Hasil akhir fase grup memunculkan protes dari manajemen Josal FC yang mempertanyakan sejumlah keputusan dalam pertandingan serta mekanisme penjadwalan laga penentuan
Sebelumnya, Josal FC tampil impresif dengan mencatat kemenangan 7-0 atas Putrad PB FC Lampung, bermain imbang 0-0 menghadapi Lahat FC, kemudian menang 7-0 atas PS Seluma Bengkulu. Dengan catatan tersebut, Josal FC mengoleksi 7 poin dan selisih gol +14 (14-0).
Namun, pada laga penentuan lainnya, Lahat FC mengalahkan Putrad PB FC dengan skor 10-1. Hasil tersebut membuat Lahat FC dan Josal FC sama-sama mengoleksi tujuh poin, tetapi Lahat FC unggul selisih gol sehingga berhak melaju ke babak berikutnya.
Presiden Josal FC Piaman, H. Arisal Aziz, menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah hal yang menurutnya perlu dievaluasi secara serius oleh penyelenggara.
Salah satu yang dipersoalkan adalah jadwal pertandingan terakhir yang tidak dimainkan secara bersamaan. Josal FC menghadapi PS Seluma pada pagi hari, sementara pertandingan Lahat FC kontra Putrad PB FC baru berlangsung pada sore hari.
Sebelumnya, manajemen Josal FC memang telah menyampaikan keberatan mengenai jadwal tersebut kepada PSSI. Panitia kemudian menolak permohonan perubahan jadwal dengan alasan mengacu pada jadwal resmi putaran nasional serta hasil Match Coordination Meeting (MCM).
Selain persoalan jadwal, pihak Josal FC juga mempertanyakan sejumlah keputusan wasit dalam pertandingan Lahat FC kontra Putrad PB FC. Berdasarkan keterangan yang disampaikan manajemen Josal FC, pertandingan tersebut sempat terhenti setelah pemain Putrad PB FC menerima kartu merah dan tim Lampung melakukan aksi mogok bermain.
Pertandingan kemudian dilanjutkan dan Lahat FC mendapatkan tiga penalti serta pemain Lampung kembali menerima kartu merah. Pertandingan berakhir dengan skor 10-1 untuk Lahat FC. Rangkaian kejadian tersebut menjadi dasar bagi manajemen Josal FC untuk meminta evaluasi terhadap pertandingan.
Arisal: Soeratin Harus Menjaga Semangat Pembinaan
H. Arisal Aziz menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai kegagalan Josal FC melaju ke babak berikutnya. Menurutnya, yang lebih penting adalah menjaga integritas kompetisi usia muda.
“Soeratin adalah pembinaan usia dini, bukan ajang kongkalikong. Jika jadwal tidak serentak, kartu merah bisa dicabut karena mogok main, dan penalti diberikan tiga kali dalam satu laga, ini harus menjadi perhatian serius.”
Ia meminta PSSI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Piala Soeratin U-17 Zona 2, khususnya menyangkut kepanitiaan, perangkat pertandingan, mekanisme penjadwalan, serta penerapan regulasi.
“Kami berharap PSSI Pusat turun tangan melakukan evaluasi secara objektif. Kalau ada keputusan yang memang sudah sesuai regulasi, tentu harus dijelaskan secara terbuka. Begitu pula jika ada pelanggaran, harus ditindak sesuai aturan,” tegasnya.
Mendorong Klarifikasi Terbuka
AmanatNews mencatat, sejumlah persoalan yang dipersoalkan Josal FC merupakan klaim dan keberatan dari pihak manajemen klub. Karena itu, diperlukan klarifikasi dari panitia pelaksana, perangkat pertandingan, PSSI dan pihak-pihak lain yang terkait agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian kejadian tersebut.
Terlepas dari polemik yang muncul, perjalanan Josal FC di fase grup menunjukkan performa produktif dengan mencetak 14 gol dan tidak kebobolan dalam tiga pertandingan.
Kini perhatian publik tertuju pada evaluasi penyelenggaraan kompetisi. Bagi pembinaan sepak bola usia muda, transparansi keputusan pertandingan dan konsistensi penerapan regulasi menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan pemain, klub, orang tua, serta masyarakat terhadap kompetisi.
AMANATNEWS.COM — Akurat • Terpercaya • Untuk Semua

