Agam — Bencana alam tidak boleh menjadi alasan terhentinya masa depan anak-anak bangsa. Prinsip inilah yang terus dipegang oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam setiap aksi kemanusiaannya di wilayah terdampak bencana.
Pasca diterjang galodo yang merusak fasilitas pendidikan, MDMC hadir membangun sekolah darurat di SDN 09 Bancah Sungai Batang Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pembangunan sekolah darurat ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meskipun dalam kondisi keterbatasan.Pada Jumat, 23 Januari 2026, tim MDMC kembali turun langsung ke lokasi.
Tanpa mengenal lelah, para relawan bekerja bahu-membahu mempercepat proses pembangunan sekolah darurat agar dapat segera digunakan oleh para siswa. Upaya ini merupakan bentuk komitmen MDMC dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di tengah situasi darurat.
“Bencana harus kita terima dengan kesabaran. Karena Tuhan tidak akan membebankan sesuatu kepada kita melainkan sesuai dengan kemampuan kita untuk memikulnya,” ujar salah satu relawan MDMC di sela kegiatan.
Ia menegaskan bahwa yang terpenting pascabencana adalah bagaimana masyarakat mampu menata kembali kehidupan, termasuk memastikan anak-anak tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan.Kerusakan sekolah akibat galodo sempat membuat proses belajar mengajar terhenti.
Namun dengan dibangunnya sekolah darurat, harapan kembali tumbuh di tengah masyarakat. Anak-anak kini dapat kembali bersekolah, belajar bersama teman-temannya, dan melanjutkan pendidikan meski dalam kondisi sederhana.MDMC menilai pendidikan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak boleh tertunda.
Oleh karena itu, selain bantuan logistik dan pendampingan masyarakat terdampak, pembangunan sekolah darurat menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat dan pemulihan awal.Kehadiran MDMC juga mendapat sambutan positif dari warga dan pihak sekolah.
Mereka mengapresiasi kepedulian dan kerja nyata yang diberikan, terutama dalam memastikan masa depan anak-anak tetap terjaga. Semangat gotong royong antara relawan dan masyarakat setempat terlihat jelas selama proses pembangunan berlangsung.
MDMC menargetkan sekolah darurat ini dapat segera rampung dan difungsikan sepenuhnya dalam waktu dekat. Dengan demikian, proses pendidikan di SDN 09 Bancah Sungai Batang Maninjau dapat berjalan normal kembali meski dalam situasi pascabencana.
Sesuai dengan semangat kemanusiaan, MDMC menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Pantang pulang selagi masyarakat masih susah menjadi prinsip yang terus dipegang dalam setiap langkah pengabdian.

