Longsor Kembali Terjadi di Kelok 1 Maninjau Saat Pergantian Tahun Baru

Amanatnews – Agam, Sumatera Barat — Peristiwa longsor kembali terjadi di kawasan rawan bencana Kelok 1 Maninjau, tepatnya di sekitar Pasar Jorong Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kejadian ini berlangsung bertepatan dengan pergantian Tahun Baru, yakni pada Rabu, 1 Januari 2026, dan menimpa sejumlah pemukiman warga yang berada di sekitar lokasi.Informasi awal terkait peristiwa tersebut dibagikan oleh warga melalui media sosial. Akun Afriya_@zwar mengunggah kondisi terkini lokasi longsor pada 1 Januari 2026, memperlihatkan material tanah dan bebatuan yang turun dari tebing dan menutupi sebagian area permukiman serta akses jalan di sekitar pasar.

Menurut keterangan warga setempat, hujan dengan intensitas cukup tinggi telah mengguyur kawasan Maninjau sejak malam pergantian tahun, 31 Desember 2025 hingga dini hari. Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor, mengingat struktur tanah di kawasan Kelok 1 dikenal labil dan kerap mengalami kejadian serupa, terutama saat musim hujan.

Material longsoran berupa tanah, lumpur, dan batu dilaporkan menimpa beberapa rumah warga yang berada di bawah tebing. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Warga yang terdampak langsung segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman dengan bantuan masyarakat sekitar.Aktivitas di Pasar Jorong Maninjau sempat terganggu akibat kejadian tersebut.

Selain menimbulkan kepanikan, longsor juga menyebabkan akses jalan menjadi licin dan sulit dilalui, sehingga warga dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi pengendara yang melintasi jalur Maninjau–Lubuk Basung.Pemerintah nagari bersama aparat terkait dilaporkan telah melakukan langkah awal dengan melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak.

Koordinasi juga dilakukan untuk pembersihan material longsor serta pengamanan lokasi guna mencegah kejadian susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi.Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap kondisi Kelok 1 Maninjau yang kerap dilanda longsor. Selain penanganan darurat, masyarakat meminta solusi jangka panjang berupa penguatan tebing, sistem drainase yang memadai, serta penataan kawasan permukiman agar risiko bencana dapat diminimalisir.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah euforia pergantian Tahun Baru, ancaman bencana alam masih membayangi sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak dan risiko yang ditimbulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *