
AmanatNews.com – Selasa, 25 November 2025 – Padang Pariaman – Kabupaten Padang Pariaman saat ini berada dalam kondisi darurat bencana setelah diterjang banjir bandang dengan intensitas tinggi, yang mulai terjadi sejak Sabtu (22/11/2025) hingga puncaknya pada Selasa (25/11/2025). Hujan deras yang tidak kunjung berhenti memicu luapan empat sungai besar, yakni Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak, dan Batang Kamumuan. Luapan sungai ini menyebar dengan cepat, menyebabkan dampak luas di tujuh kecamatan dan 14 nagari, memutus akses dan merendam pemukiman warga.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada Senin (24/11/2025), bencana ini telah mengakibatkan 608 Kepala Keluarga (KK) atau setara 1.824 jiwa terdampak dan menyebabkan dua orang warga mengalami luka ringan. Situasi ini menuntut respons cepat dan masif dari seluruh elemen masyarakat. Dalam kondisi genting ini, H. Arisal Aziz Foundation juda sebagai Ketua DPW PAN Sumbar – Anggota DPR-RI Komisi XIII, memprioritaskan tanggap darurat sebagai wujud solidaritas terhadap saudara-saudara di Padang Pariaman.
Merupakan panggilan kemanusiaan, H. Arisal Aziz tidak menunggu lama untuk mengerahkan tim tanggap bencana. Tepat pada Selasa (25/11/2025), Tim H. Arisal Aziz Foundation telah mencapai lokasi dan memulai penyaluran bantuan di delapan titik lokasi yang teridentifikasi paling parah terkena dampak banjir. Aksi ini menunjukkan komitmen Yayasan untuk berada di garis terdepan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama saat bencana melanda tanpa terduga.
Fokus utama penyaluran bantuan Yayasan H. Arisal Aziz Foundation adalah pada kebutuhan dasar yang mendesak, terutama sembako. Ribuan paket bantuan disalurkan langsung kepada korban untuk memastikan kebutuhan pangan mereka terpenuhi di tengah keterbatasan akses.
Seluruh tim Yayasan saat ini masih bekerja keras di lapangan, memastikan bantuan tersebut didistribusikan secara merata kepada setiap keluarga yang kehilangan harta benda dan mata pencaharian akibat genangan air yang tinggi dan arus deras.
Inisiatif cepat ini adalah perwujudan konkret dari semangat kebersamaan yang selalu diusung oleh H. Arisal Aziz. Bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian mendalam dari H. Arisal Aziz kepada masyarakat Padang Pariaman, menegaskan bahwa dalam situasi apapun, solidaritas dan gotong royong adalah kunci untuk bangkit dari keterpurukan. Yayasan berharap bantuan ini dapat memberikan harapan dan meringankan beban psikologis serta finansial yang dialami para korban.
H. Arisal Aziz Foundation berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di Padang Pariaman dan siap berkolaborasi dengan BNPB, pemerintah daerah, dan relawan lokal lainnya dalam upaya pemulihan pascabencana. Yayasan mengajak seluruh pihak untuk bersatu padu dalam memberikan dukungan agar 608 KK terdampak dapat segera pulih dan membangun kembali kehidupan mereka pasca-banjir bandang.(eza)

