Za KDM dan PWS Sumbar Salurkan Bantuan Banjir ke Kampung Kelahiran Buya Hamka

Amanatnews – Agam, Sumatera Barat — Aliran bantuan kemanusiaan terus berdatangan ke wilayah terdampak banjir di Kabupaten Agam, khususnya di Jorong Batung Panjang, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, yang dikenal sebagai kampung kelahiran ulama besar dan sastrawan nasional Buya Hamka. Pada Selasa (9/12), Za (Kang) Dedi Mulyadi (KDM) kembali menunjukkan kepeduliannya melalui penyaluran donasi yang dipercayakan kepada PWS Sumbar untuk diserahkan pada warga setempat.

Proses serah terima bantuan dilakukan oleh perwakilan PWS Sumbar, Iwan Sutiawan, kepada pihak jorong dan tokoh masyarakat setempat. Bantuan ini disambut penuh syukur oleh warga yang masih berjuang memulihkan kondisi pascabanjir. “Bantuan dari KDM yang disalurkan melalui PWS ini merupakan bentuk solidaritas nyata bagi warga Sungai Batang yang sedang dilanda musibah. Semoga bisa membantu kebutuhan harian masyarakat,” ujar Iwan Sutiawan usai penyerahan bantuan.

Jorong Batung Panjang menjadi salah satu titik dengan dampak paling serius akibat banjir yang melanda wilayah Agam beberapa hari terakhir. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, akses transportasi sempat terganggu, serta sebagian masyarakat kehilangan barang-barang penting akibat terjangan air. Situasi ini membuat kebutuhan logistik, makanan siap saji, pakaian layak pakai, hingga perlengkapan kebersihan sangat mendesak untuk dipenuhi.

Bantuan dari KDM ini dinilai sangat membantu meringankan beban masyarakat. Tokoh jorong setempat menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian yang diberikan. Mereka menilai bahwa kepedulian dari berbagai pihak—baik dari dalam maupun luar Sumbar—menjadi bentuk nyata solidaritas kebangsaan. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian KDM dan PWS Sumbar. Bantuan ini tidak hanya bermanfaat secara materi, tetapi juga menguatkan semangat warga untuk bangkit,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

Penyaluran bantuan ini juga memiliki makna emosional tersendiri, mengingat Sungai Batang bukan hanya sebuah nagari, tetapi juga pusat sejarah bagi masyarakat Minangkabau. Tempat kelahiran Buya Hamka tersebut menjadi simbol kebudayaan dan intelektualisme Nusantara. Karena itu, setiap musibah yang terjadi di wilayah ini selalu mengundang kepedulian luas dari berbagai kalangan.

PWS Sumbar menyampaikan bahwa penyaluran bantuan akan terus dilanjutkan selama masyarakat masih membutuhkan. Dukungan dari berbagai donatur diharapkan mampu mempercepat pemulihan dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan yang memadai. Musibah ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat gotong royong, kepedulian, dan aksi cepat dalam menghadapi bencana.

Dengan adanya bantuan dari KDM dan sinergi berbagai pihak, masyarakat Sungai Batang diharapkan dapat kembali bangkit dan memulihkan aktivitas kehidupan mereka secara bertahap. Semangat kebersamaan menjadi modal utama menghadapi ujian ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *